Rabu, 06 Maret 2013

MACAM-MACAM SIMBIOSIS DAN CONTOH

Bahasan kali ini mengenai hubungan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk 
hidup yang lainnya yang lazimnya disebut  simbiosis.
Ada beberapa macam simbiosis yaitu :
1. Simbiosis Mutualisme
Dalam simbiosis mutualisme terjadi hubungan dua makhluk hidup yang saling menguntungkan.
Berikut adalah bererapa contoh simbiosis mutualisme : 
a.       Hubungan kerbau dan burung jalak

      Dalam hubungan ini seekor burung jalak diuntungkan karena  mendapat makanan (kutu) yang menempel ditubuh kerbau, sehingga kerbau merasa  diuntungkan  karena kutu-kutu yang menempel ditubuhnya habis dimakan burung jalak. 


b.   Hubungan bunga dan kupu-kupu
Kupu –kupu  mendapatkan keuntungan karena dapat    menghisap madu (nektar). Bungapun diuntungkan karena akan terbantu dalam penyerbukan 
          
  

c.   Hubungan bunga dan lebah
Lebah mendapat untung karena menghisap madu (nektar) dan bunga mendapat untung karena  dibantu dalam penyerbukan.

 

 

 

 

  2. Simbiosis Komensalisme

         Hubungan dua makhluk hidup yang satu mendapat untung tetapi yang lainnya tidak 
         dirugikan.Berikut beberapa contoh simbiosis komensalisme :
a.       Hubungan antara tumbuhan inang dan anggrek
Tumbuhan inang (tumbuhan yang ditumpangi) tidak merasa dirugikan oleh anggrek, karena anggrek tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya tersebut.
 
b.      Hubungan antara hiu dan ikan remora
Hiu tiidak merasa dirugikan oleh adanya remora yang mengambil makanan pada tubuh ikan hiu. Ikan remora merasa aman dekat dengan hiu karena ikan-ikan pemangsa takut dengan hiu.
c.       Hubungan antara tumbuhan sirih dengan tumbuhan inangnya
Sirih mendapat keuntungan karena dapat merambat pada tumbuhan lain (inang). Inangnya tidak merasa dirugikan karena sirih tidak menyerap (mengambil makanan).
 
 
 
   3.  Simbiosis Parasitisme
Namanya juga parasit. Parasit adalah sejenis tumbuhan yang merugikan misalnnya benaluMakan
simbiosis parasitisme adalah hubungan dua makhluk hidup yang satu diuntungkan dann yang      
a.       Tumbuhan umbai cacing/ tali putri dan tumbuhan inangnya
Tumbuhan umbai cacing (taliputri) medapat keuntungan karena dapat mengambil makanan dari inangnya (yang ditumpanginya), sedangkan tumbuhan inangnya lama kelamaan akan mati karena makanannya diserap oleh umbai cacing(taliputri).








b.      Ulat pemakan daun
Tumbuhan padi merasa rugi karena ulat memakan daunnya, sedangkan ulat mendapatkan keuntungan dari memakan daun.




c.       Nyamuk yang menggigit tubuh manusia
     Jika tubuh kita digigit nyamuk pasti kita merasa rugi, tetapi nyamuk mendapat keuntungan dari menghisap darah kita.



 

Koneksi Otak-ke-otak: Dua Tikus Berbagi Informasi Jarak Jauh Lewat Jaringan Otak



Eksperimen ini menunjukkan kemampuan untuk membangun jejaring komunikasi langsung yang rumit di antara otak tikus, di mana otak decoder bekerja sebagai perangkat pola-pengenalan."

Untuk pertama kalinya para ilmuwan mampu secara elektronis menghubungkan dua otak dari sepasang tikus, memungkinkan kedua tikus ini berkomunikasi secara langsung untuk memecahkan teka-teki perilaku sederhana. Pada percobaan selanjutnya, komunikasi bahkan tetap terhubung meski kedua tikus terpisah sejauh ribuan mil – satu di Durham, New York, dan yang lain di Natal, Brasil.
Hasil dari studi ini menunjukkan potensi masa depan dalam rangka menghubungkan beberapa otak untuk membentuk apa yang yang disebut tim peneliti sebagai “komputer organik,” memungkinkan terjadinya aktivitas berbagi informasi sensorik dan motorik di antara kelompok hewan. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports, 28 Februari 2013.
“Studi kami dengan antarmuka otak-mesin sebelumnya telah meyakinkan kami bahwa otak tikus jauh lebih ‘plastik’ dari yang kami duga sebelumnya,” tutur Miguel Nicolelis, MD, PhD, profesor neurobiologi di Duke University School of Medicine, yang menjadi penulis utama dalam studi, “Dalam percobaan-percobaan itu, otak tikus mampu dengan mudah beradaptasi dalam menerima input dari perangkat luar tubuh dan bahkan belajar cara memproses cahaya kasat mata inframerah yang dihasilkan dari sensor buatan. Maka, yang jadi pertanyaan kami adalah, ‘jika otak bisa mengasimilasi sinyal dari sensor buatan, apakah otak juga bisa menyerap input informasi dari sensor yang berasal dari tubuh yang berbeda?’”
Untuk menguji hipotesis ini, para peneliti memulai dengan melatih sepasang tikus untuk memecahkan masalah sederhana: menekan tombol yang tepat jika lampu indikatornya menyala. Untuk pilihan yang tepat, tikus akan menerima imbalan berupa seteguk air. Mereka selanjutnya menghubungkan otak kedua tikus dengan array mikroelektroda yang disusupkan ke dalam area korteks pengolah informasi motorik.
Salah satu dari dua tikus ditunjuk sebagai hewan “encoder”. Hewan ini menerima isyarat visual yang memberi petunjuk tombol mana yang harus ditekan. Jika tikus encoder ini menekan tombol yang tepat, sampel aktivitas otak yang mengkodekan keputusan perilaku lantas diterjemahkan ke dalam pola stimulasi listrik untuk kemudian disampaikan secara langsung ke otak tikus kedua, atau hewan “decoder”.
Dua ekor tikus, encoder dan decoder, menjalani uji coba dalam memecahkan masalah sederhana. Decoder diharuskan menekan tombol yang tepat berdasarkan informasi yang disampaikan encoder melalui jaringan otak-ke-otak. (Kredit: Duke University)
Di ruang terpisah, tikus decoder dihadapkan pada tombol-tombol yang sama, namun tidak menerima isyarat visual sebagai pemandunya untuk memilih. Maka, untuk dapat menentukan tombol yang tepat, tikus decoder harus bergantung pada isyarat yang ditransmisikan dari encoder melalui antarmuka otak-ke-otak.
Uji coba dilakukan untuk menentukan seberapa baik hewan decoder bisa mengolah input otak dari tikus encoder agar bisa memilih tombol yang benar. Hasilnya, tikus decoder mencapai tingkat keberhasilan maksimum sekitar 70 persen, hanya sedikit di bawah perkiraan awal sebesar 78 persen berdasarkan tingkat keberhasilan pengiriman sinyal langsung ke otak tikus decoder.
Untuk memperoleh hasil berdasarkan perilaku kedua tikus, maka komunikasi yang disampaikan lewat antarmuka otak-ke-otak ini bersifat dua-arah. Misalnya, tikus encoder tidak akan menerima imbalan penuh jika tikus decoder membuat pilihan yang salah. Hasil dari keadaan darurat yang ganjil ini menciptakan pembentukan “kolaborasi perilaku” di antara kedua tikus.
“Kami melihat, saat tikus decoder melakukan kesalahan, tikus encoder pada dasarnya mengubah fungsi otak maupun perilakunya untuk membuat komunikasi menjadi lebih mudah bagi pasangannya dalam menentukan pilihan tepat,” jelas Nicolelis, “Encoder meningkatkan rasio signal-to-noise pada aktivitas otak yang mewakili keputusannya, sehingga sinyal menjadi lebih jelas dan lebih mudah untuk dideteksi. Dan itu menghasilkan sebuah keputusan yang lebih cepat dan lebih jelas dalam memilih tombol yang tepat untuk ditekan. Setiap kali encoder menciptakan adaptasi-adaptasi tersebut, decoder menjadi lebih sering memperoleh keputusan tepat, sehingga mereka berdua mendapat imbalan yang lebih baik.”
Pada percobaan kedua, para peneliti melatih beberapa pasang tikus untuk membedakan antara lubang sempit dan lebar, namun membedakannya, tikus hanya bisa mendeteksinya dengan kumis mereka. Jika lubangnya sempit, mereka diajar menyodokkan hidung pada dek sebelah sisi kiri untuk menerima imbalan; dan jika lubangnya lebar, mereka harus menyodok ke sisi kanan.
Decoder dilatih mengasosiasikan pulsa stimulasi sebagai sodokan ke kiri untuk pilihan yang tepat, dan jika tak ada pulsa maka diartikan sodokan ke kanan sebagai pilihan yang benar. Selama percobaan, di mana encoder mendeteksi lubang lebar dan mentransmisikan pilihannya pada decoder, decoder meraih tingkat keberhasilan sekitar 65 persen, jauh di atas tingkat kebetulan.
Untuk menguji seberapa jauh batas transmisi komunikasi otak-ke-otak ini, para peneliti menempatkan seekor tikus encoder di Brasil, bertempat di Edmond and Lily Safra International Institute of Neuroscience of Natal (ELS-IINN), lalu mentransmisikan sinyal otaknya melalui Internet ke pada tikus decoder yang berlokasi di Durham, NC. Jarak ternyata tak membuat hasilnya berubah, kedua tikus masih tetap bisa bekerja sama pada tugas diskriminasi taktil.
“Jadi, meskipun hewan-hewan ini berada di benua yang berbeda, dengan menghasilkan transmisi bising dan penundaan sinyal, mereka tetap bisa berkomunikasi,” kata Miguel Pais-Vieira, PhD, penulis pertama studi, “Ini memberitahu kita kemungkinan untuk bisa menciptakan jaringan otak hewan-hewan yang didistribusikan pada lokasi-lokasi yang berbeda.”
Nicolelis menambahkan, “Eksperimen ini menunjukkan kemampuan untuk membangun jejaring komunikasi langsung yang rumit di antara otak tikus, di mana otak decoder bekerja sebagai perangkat pola-pengenalan. Jadi pada dasarnya, kami menciptakan sebuah komputer organik yang memecahkan teka-teki.”
“Tapi dalam kasus ini, bukan kami yang memasukkan perintah, melainkan hanya berupa sinyal yang mewakili keputusan dari encoder, lalu diteruskan ke otak decoder yang tengah mencari cara memecahkan teka-teki. Jadi, yang kami ciptakan adalah sebuah sistem saraf pusat tunggal yang terdiri dari dua otak tikus,” tegas Nicolelis. Teorinya, sistem seperti ini tidak hanya terbatas pada sepasang otak, melainkan dapat mencakup jaringan beberapa otak, atau disebut “jaring-otak.” Para peneliti Duke University dan ELS-IINN kini bekerja sama pada percobaan untuk menghubungkan beberapa hewan agar secara kooperatif bisa menyelesaikan tugas-tugas perilaku yang lebih kompleks.
“Kami tak bisa memprediksi jenis sifat apa saja akan muncul saat hewan-hewan mulai berinteraksi sebagai bagian dari satu jaring-otak. Secara teori, Anda bisa membayangkan bahwa sebuah kombinasi dari beberapa otak mampu memberi solusi yang tidak bisa dicapai sendiri oleh hanya satu individu,” lanjut Nicolelis, “Sebuah koneksi bahkan mungkin mengindikasikan bahwa satu hewan akan menyertakan rasa “ego” hewan lainnya.”
“Faktanya, penelitian kami pada korteks sensorik dari tikus decoder dalam percobaan ini menunjukkan bahwa apa yang diwakilkan ke dalam korteks taktil pada otak tikus decoder tidak hanya kumisnya sendiri, tapi juga kumis tikus encoder. Kami mendeteksi neuron kortikal yang merespon kedua set kumis sekaligus, yang artinya tikus menciptakan perwakilan kedua dari tubuh kedua sebagai perwakilannya sendiri.” Studi dasar adaptasi semacam ini bisa mengarah ke bidang baru yang Nicolelis sebut sebagai “neurofisiologi interaksi sosial.”
Eksperimen yang kompleks semacam ini hanya bisa terlaksana dengan kemampuan laboratorium dalam merekam sinyal otak dari hampir 2.000 sel otak sekaligus. Dalam lima tahun ke depan, para peneliti berharap akan bisa merekam aktivitas listrik yang dihasilkan secara bersamaan dari 10 hingga 30 ribu neuron kortikal.
Perekaman otak dalam skala besar akan memungkinkan pengontrolan yang lebih akurat pada neuroprostheses motorik – seperti yang sedang dikembangkan oleh Walk Again Project – untuk memulihkan kontrol motorik pada orang lumpuh, jelas Nicolelis.

Senin, 04 Maret 2013

GENETIKA

GENETIKA GENETIKA adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas) serta segala seluk beluknya secara ilmiah. Orang yang dianggap sebagai "Bapak Genetika" adalah JOHAN GREGOR MENDEL. Orang yang pertama mempelajari sifat-sifat menurun yang diwariskan dari sel sperma adalah HAECKEL (1868). Blendel mempelajari hereditas pada tanaman kacang ercis (Pisum sativum) dengan alasan: 1. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang menyolok. 2. Biasanya melakukan penyerbukan sendiri (Self polination). 3. Dapat dengan mudah diadakan penyerbukan silang. 4. Segera menghasilkan keturunan. GALUR MURNI adalah vanetas yang terdiri dari genotip yang homozigot. Simbol "F" (= Filium) menyatakan turunan, sedang simbol "P" (=Parentum) menyatakan induk. HIBRIDA (BASTAR) adalah keturunan dari penyerbukan silang dengan sifat-sifat beda ——> jika satu sifat beda disebut MONOHIBRIDA, jika 2 sifat beda disebut DIHIBRIDA dst. DOMINAN adalah sifat-sifat yang tampak (manifes) pada keturunan. RESESIF adalah sifat-sifat yang tidak muncul pada keturunan. • Tiap sifat organisma hidup dikendalikan oleh sepasang "faktor keturunan". Pada waktu itu Mendel belummenggunakan istilah "gen". • Tiap pasangan faktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya, kedua bentuk alternatif disebut pasangan ALELA. • Satu dari pasangam alela itu dominan dan menutup alela yang resesif bila keduanya ada bersama-sama. • Pada pembentukan "gamet" alela akan memisah, setiap gamet menerima satu faktor alela tersebut c dikenal sebagai HUKUM PEMISAHAN MENDEL atau PRINSIP SEGREGASI SECARA BEBAS. • INDIVIDU MURNI mempunyai dua alela yang sama (homozigot), alel dominan diberi simbol huruf besar sedang alel resesif huruf keciL GENOTIP adalah komposisi faktor keturunan (tidak tampak secara fisik). FENOTIP adalah sifat yang tampak pada keturunan. Pada hibrida atau polihibrida berlaku PRINSIP BERPASANGAN SECARA BEBAS. RATIO FENOTIP (F2) HIBRIDA NORMAL MENURUT MENDEL Monohibrida 3: 1 (Hukum Dominasi penuh) n= 1, jumlah gamet = 2 Dihibrida 9: 3: 3: 1 n= 2, jumlah gamet = 4 Trihibrida 27: 9: 9: 9: 3: 3 : 3: 1 n= 3, jumlah gamet = 8 Polihibrida (3:1)n n= n, jumlah gamet = 2n (n) = jenis sifat berbeda (hibridanya). Intermediat 1 : 2 : 1 ——> sifat "SAMA DOMINAN"; percobaan pada bunga Antirrhinum majus.www.tohib.web.id BACK CROSS ——> perkawinan antara F2 dengan salah satu indukaya. TEST CROSS ———> perkawinan antara F2 dengan induk atau individu yang homozigot resesif PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL Sebenarnya masih mengikuti hukum Mendel ———> alel berinteraksi. Dikenal beberapa bentulc ———> Ratio fenotip F2) 1. INTERAKSI PASANGAN ALELA pada varitas ayam ——> 9 : 3 : 3 : 1 2. POLIMERI (Nielson-Echle) pada varitas gandum ——> 15 : 1 Polimeri pada manusia misalnya peristiwa pigmentasi kulit. 3. KRIPTOMERI pada tanaman "pukul empat" (Mirabilis jalapa) percobaan pada Linaria maroccana ———> 9 : 3 : 4 4. EPISTASIS & HIPOSTASIS pada varitas gandum ———> 12 : 3 : 1 5. KOEPISTASIS pada Lathyrusodoratus ———> 9 : 7 (Lathyrus odoratus = varitas ercis yang berbiji manis) POLIMERI adalah pembastaran heterozigot dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri-sendiri tetapi mempengaruhi bagian yang same dari suatu organisme. KRIPTOMERI adalah pembastaran heterozigot dengan adanya sifat yang "tersembunyi" (Kriptos) yang dipengaruhi oleh suatu keadaan, pada bunga Linaria maroccana adalah pH air sel !! EPISTASIS adalah faktor pembawa sifat yang menutup pemunculan sifat yang lain sekalipun sifat tersebut dominan HIPOSTASIS adalah faktor yang tertutupi oleh faktor lain. ATAVlSME adalah sifat yang hipostasis pada suatu keturunan yang pada suatu seat muncul kembali (reappearence). KROMOSOM adalah struktur benang dalam inti sel yang bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Kromosom adalah KHAS bagi makhluk hidup. GEN adalah "substansi hereditas" yang terletak di dalam kromosom. Gen bersifat antara lain : - Sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom. - Mengandung informasi genetika. - Dapat menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel. Sepasang kromosom adalah "HOMOLOG" sesamanya, artinya mengandung lokus gen-gen yang bersesuaian yang disebut ALELA. LOKUS adalah lokasi yang diperuntukkan bagi gen dalam kromosom. ALEL GANDA (MULTIPLE ALLELES) adalah adanya lebih dari satu alel pada lokus yang sama.www.tohib.web.id Dikenal dua macam kromosom yaitu: 1. Kromosom badan (Autosom). 2. Kromosom kelamin / kromosom seks (Gonosom). THOMAS HUNT MORGAN adalah ahli genetika dari Amerika Serikat yang menemukan bahwa faktor-faktor keturunan (gen) tersimpan dalam lokus yang khas dalam kromosom. Percobaan untuk hal ini dilakukan pada lalat buah (Drosophila melanogaster) dengan alasan sebagai berikut: - Cepat berkembang biak, - Mudah diperoleh dan dipelihara, - Cepat menjadi dewasa (umur 10 - 14 hari sudah de~wasa), - Lalat betina bertelur banyak, - Hanya memiliki 4 pasang kromosom, sehingga mudah diteliti. POLA-POLA HEREDITAS Orang yang mula-mula mendalami hal pola-pola hereditas adalah W.S. SUTTON dari Amerika Serikat. Menurut Sutton bila ada gen-gen yang mengendalikan dua sifat beda bertempat pada kromosom yang sama, gen-gen itu tak dapat memisalkan diri secara bebas lebih-lebih bila gen-gen itu berdekatan lokusnya, maka akan berkecenderungan untuk selalu memisah bersama-sama. Peristiwa ini disebut LINKAGE (PAUTAN). Ada kalanya kromosom yang memisah tidak membawa seluruh gen yang dimiliki tetapi hanya sebagian saja yang terbawa sedangkan sisanya dipenuhi oleh kromosom pasangannya. Peristiwa ini disebut CROSSING-OVER(PINDAH SILANG). Kejadian ini diteliti oleh Morgan. Determinasi seks adalah penentuan jenis kelamin suatu organisme yang ditentukan oleh kromosom seks (GONOSOM). Untuk lalat buah dikenal 1 pasang kromosom seks yaitu kromosom X dan kromosom Y. Individu jantan terjadi jika terdapat komposisi kromosom seks XY sedang betina jika komposisinya XX. Hal ini sebaliknya terjadi pada BURUNG yaitu jantan adalah XX sedangkan betinanya XY. PAUTAN SEKS adalah suatu sifat yang diturunkan yang tergabung dalam gonosom. Sebagai contoh : adalah lalat buah betina mata merah (dominan) dikawinkan dengan lalat buah jantan mata putih (resesif) ——> F1 semua bermata merah. Tetapi pada F2 semua yang bermata putih adalah jantan. Hal ini menunjukan bahwa sifat "bermata putih" merupakan sifat yang terpaut pada kromosom Y. Seks linkage dipelejari oleh THOMAS HUNT MORGAN.www.tohib.web.id NONDISJUNCTION adalah peristiwa gagal berpisah dari kromosom seks pada waktu pembelahan sel ——> diteliti pertama kali oleh CALVIN B. BRIDGES. GEN LETAL adalah gen yang menyebabkan kematian individu (in vivo) jika alel gen tersebut berada dalam kedudukan "homozigot". MUTASI adalah perubahan gen dari bentuk aslinya ——> individu yang mengalami mutasi disebut MUTAN. JENIS-JENIS MUTASI - MUTASI KROMOSOM yaitu perubahan susunan atau jumlah dari kromosom yang menyebabkan perubahan sifat individu lazim disebut ABERASI - MUTASI GEN yaitu perubahan gen dalam kromosom (letak dan sifat) yang menyebab-kan perubahan sifat individu tanpa perubahan jumlah dan susunan kromosomnya lazim disebut MUTASI saja. Sarjana yang mempelajari mutasi adalah HERMAN MULLER (murid Morgan). Mutasi pada tumbuhan dipelajari oleh HUGO DE VRIES. SEBAB-8EBAB MUTASI MUTASI ALAM misalnya disebabkan sinar kosmis, radioaktif alam yang umumnya bersifat resesif dan merugikan. MUTASI BUATAN misalnya dengan sinar X. Seperti diketahui kromosom ada dua jenis yaitu AUTOSOM dan GONOSOM, jadi penyakit genetik pada manusia juga ada dua sebab yaitu : - Disebabkan oleh kelainan autosom. - Disebabkan oleh kelainan gonosom. Determinasi seks pada manusia juga ditentukan oleh kromosom X dan Y. Karena jumlah kromosom manusia adalah khas yeitu 46 buah (23 pasang) yang terdiri dari 22 pasang autosom dan 1 pasang gonosom, maka formula kromosom manusia adalah - Untuk laki-laki adalah 46, XY atau dapat ditulis juga 44 + XY. - Untuk wanita adalah 46, XX atau dapat ditulis juga 44 + XX. Rasio untuk dapat memperoleh anak laki-laki atau anak perempuan adalah sama yaitu 50% atau (0,5). Penyakit genetik yang disebabkan autosom pada manusia biasanya "bersifat resesif" artinya dalam keadaan homozigot resesif baru menampakkan penyakit misalnya : - Albinisma, - Polidaktili, - Gangguan mental, - Diabetes mellitus, - dsb. Ada pula penyakit yang disebabkan karena mutasi autosom, misalnya: - SINDROMA DOWN (MONGOLID SYNDROME = TRISOMI 21) -.——> + autosom no.21 - SINDROMA PAATAU (TRISOMI 13) ——> + autosom no.13 www.tohib.web.id - SINDROMA EDWARDS (TRISOMI18) ——> +autosom no.18 - SINDROMA "CRI-DU-CHAT" ——> delesi no. 5 Penyakit genetik yang disebatkan gonosom : - Kelainan formula kromosom (disebabkan peristiwa non-disjunction). misalnya: , a. SINDROMA TURNER (45,XO). b. SINDROMA KLINEFELTER (47,XXY; 48,XXXY). c. SINDROMA SUPERFEMALE/TRIPPLE-X atau TRISOMI X (47,XXX). d. SUPERMALE (47,XYY). - Karena pautan seks (Sex linkage) a. TERPAUT KROMOSOM X (resesif) yaitu buta warna (hijau dan merah) dan Hemofilia ——> pada laki-laki bersifat "ALL OR NONE". b. TERPAUT KROMOSOM Y (resesif hanya pada laki-laki) misalnya "HAIRY-PINA" (hipertrikosis). Peristiwa alel ganda pada manusia ——> golongan darah. AUGUST WEISMAN ——> peristiwa SELEKSI dengan percobaan pemotongan ekor tikus sampai 20 generasi,ekor tetap panjang. APLIKASI EUTENIKS ——> adalah perbaikan sosial melalui pengubahan lingkungan. APLIKASI EUGENETIKA ——> adalah perbaikan sosial melalui penggunaan prinsip-prinsip hereditas. ebagai substansi hereditas sekarang dikenal sebagai asam nukleat yaitu : • ADN (Deoxiribose Nucleic Acid). • ARN (Ribose Nucleic Acid). DNA terdiri dari dua pita yang saling terpilin (Double Stranded DNA = DS-DNA) ⇒ dikenal dengan istilah "DOUBLE HELIX" yang modelnya pertama kali dibuat oleh JAMES D. WATSON (Amerika Serikat) dan FRANCIS CRICK (Inggris) tahun 1953, diperbaiki modelnya oleh WILKINS. Jika DNA melakukan TRANSKRIPSI bentuknya adalah SINGLE STRANDED (SS-DNA). DNA tersusun dari banyak sekali NUKLEOTIDA. BATU "NUKLEOTIDA" TERDIRI DARI - Satu molekul gula (dalam hal ini adalah "deoksiribosa" atau "ribosa"). - Satu molekul fosfat. - Satu molekul basa nitrogen (basa nitrogen terdiri dari dua jenis yaitu) a. PURIN ⇒ ADENIN dan GUANIN. b. PIRIMIDIN ⇒ TIMIN, SITOSIN dan URASIL. Satu molekul gula dan satu molekul basa disebut "NUKLEOSIDA" www.tohib.web.idwww.tohib.web.id SIFAT YANG MEMBEDAKAN ADN ARN Gula yang menyusun Deoksiribosa Ribosa Bentuk normal ds den ss ds = double stranded ss = single stranded ss Basa PURIN Basa PIRIMIDIN Guanin, Adenin Timin, Sitosin Guanin, Adenin Urasil, Sitosin Jenis/macam Hanya satu Ada tiga: - ARN duta - ARN transport - ARN ribosorn Tempat Inti Inti Sitoplasma dan Ribosom Kadar Tetap Berubah, tergantung aktifitas sintesis protein URUTAN SINTESIS PROTEIN 1. TRANSKRIPSI - ss-ADN membentuk ss-ARN yaitu ARN-duta yang membawa informasi genetik untuk sintesa protein. 2. FASE INISIASI - ARN-duta sampai di ribosom dan ARN-r mengkode asam amino sesuai dengan informasi genetik yang dibawa ARN-d. ARN-t membawa asam amino yang sesuai ke ribosom. 3. FASE TRANSLASI ~ ARN-d sebagai "cetakan" mulai bekerja menterjemahkan kode triplet (kodon) yang sesuaidengan antikodon pada ARN-t. 4. FASE ELONGASI ~ ARN-d menggabungkan asam amino - asam amino yang sesuai menjadi protein. S. FASE TERMINASI ~ kodon yang berisi "NONSENSE CODE" akan bertindak sebagai terminator (penghen-tianproses). Kadang-kadang terjadi kesalahan dalam membaca kodon sehingga salah menterjemah asam amino ~ protein yangdihasilkan salah ~ menimbulkan kelainan. Misalnya ANEMIA karena hemoglobin mengandung asam amino VALIN atau LISIN, seharusnya hemoglobin yangnormal mengandung ASAM GLUTAMAT.

Kamis, 28 Februari 2013

alat reproduksi mausia

ALAT REPRODUKSI MANUSIA

a. Intrgonadal
1. Pada Pria
     a  Alat Kelamin Dalam
Alat kelamin dalam pria terdiri atas : testis, saluran kelamin dan kelenjar kelamin.
- Testis
Testis disebut juga gonad jantan. Alat ini jumlahnya sepasang, bentuknya bulat telur. Testis tersimpan di dalam suatu kantong yang disebut skrotum. Kantong ini terletak di luar rongga perut. Fungsi testis adalah sebagai alat untuk memproduksi sel- sel sperma dan juga memproduksi hormon kelamin jantan yang disebut testoteron. Di dalam testis banyak terdapat pembuluh- pembuluh halus disebut tubulus seminiferus.
- Saluran Reproduksi (Kelamin) Pria
Sperma yang dihasilkan oleh testes akan keluar melalui saluran kelamin, yang terdiri atas :
Ø Epididimis yaitu saluran yang keluar dari testis. Saluran ini panjang dan berkelok- kelok di dalam skrotum. Setiap testis mempunyai satu epididimis. Oleh sebab itu, epididimis manusia berjumlah sepasang kanan dan kiri. Di dalam epididimis ini sperma disimpan untuk sementara waktu, dan di sinilah sperma menjadi masak dan dapat bergerak menuju saluran berikutnya, yaitu vas deferens.
Ø Vas Deferens merupakan saluran lanjutan dari epididimis. Kalau epididimis merupakan saluran yang berkelok- kelok maka vas deferens merupakan saluran lurus dan mengarah ke atas. Bagian ujungnya terdapat di dalam kelenjar prostat. Fungsi vas deferens ini adalah untuk jalanya (mengangkut) sperma dari epididimis menuju ke kantong sperma atau vesikula seminalis.
Ø Saluran Ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantong semen dengan uretra. Saluran ini mempunyai keistimewaan, yaitu mampu menyemrotkan sperma tinggi masuk ke uretra dan selanjutnya keluar.
Ø Uretra adalah saluran yang terdapat di dalam penis. Uretra merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi. Uretra terdapat di dalam penis. Saluran ini mempunyai dua fungsi, yaitu : (1) sebagai alat pengeluaran, yaitu saluran untuk membuang urine keluar tubuh serta (2) sebagai saluran kelamin, yaitu sebagai saluran semen dari kantong mani.
- Kelenjar Kelamin
Disamping testis (gonad) dan slauran kelamin, alat kelamin manusia juga di lengkapi kelenjar- kelenjar kelamin. Kelenjar ini bertugas memproduksi getah- getah kelamin. Kelenjar tersebut terdiri atas :
· Vesikula Seminalis disebut kantong mani atau kantong semen. Jumlahnya sepasang, tetapi terikat menjadi satu kantong. Dinding vesikula seminalis dapat menghasilkan getah berwarna kekuningan yang banyak mengandung zat getah kelamin. Cairan ini yang mencukupi kebutuhan makanan bagi sel- sel sperma.
· Kelenjar Prostat menghasilkan getah yang dialirkan ke saluran sperma.
· Kelenjar Bulbouretra (Cowper) menghasilkan getah yang dialirkan ke uretra. Getah yang dihasilkan berupa lendir.
Sperma yang dihasilkan oleh testis, setelah bercampur dengan getah- getah dari kelenjar kelamin akan membentuk suatu komponen yang disebut semen. Pada saat terjadi perkawinan (kopulasi), semen dipancarkan keluar melalui uretra.
b.  Alat Kelamin Luar
Alat kelamin luar pria terdiri atas penis dan skrotum.
- Penis merupakan alat kelamin luar yang penting untuk kopulasi atau persetubuhan. Kopulasi adalah hubungan kelamin antara pria dan wanita yang bertujuan untuk memindahkan semen ke saluran kelamin wanita.
Di dalam penis tedapat uretra, yaitu suatu saluran yang dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongganya banyak dan banyak mengandung pembuluh darah. Apabila karena sesuatu hal, rongga ini berisi penuh oleh darah maka penis akan tegang dan mengembang disebut Ereksi.
Alat reproduksi pria mulai dapat berfungsi semenjak masa puber, yaitu lebih kurang usia 14 tahun sampai tua, selama manusia itu dalam keadaan sehat.
Scrotum merupakan selaput pembungkus testis yang merupakan pelindung testis serta mengatur suhu   yang sesuasi bagi spermatozoa
repro_1repro_22. Pda wanita
b.Alat Kelamin Luar
Alat kelamin luar wanita terdiri atas : vulva, labium, saluran urine dan saluran kelamin.
· Vulva, yaitu suatu celah paling luar dari alat kelamin wanita. Dapat di bagi menjadi 2, yaitu :
- Labium mayor merupakan sepasang bibir besar yang terletak dibagian luas dan membatasi vulva. Di depan lambium mayor terdapat tonjolan kecil yang disebut klitoris (kelentit). Pada klitoris terdapat jaringan erektil sehingga dapat berereksi seperti halnya penis pada laki- laki.
- Labium minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva.
· Ke dalam vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran urine (uretra) dan saluran kelamin atau vagina.
· Vagina merupakan saluran akhir dari saluran kelamin
· Terdapat sebuah lipatan kulit menutupi sebagian lubang vagina. Lipatan kulit tersebut disebut himen (selaput dara).
b. Alat Kelamin Dalam
repro_12
Alat kelamin dalam wanita terdiri atas ovarium atau indung telur, saluran kelamin dan vagina atau liang peranakan.
· Ovarium, umumnya ovarium seorang wanita berjumlah sepasang. Bentuknya seperti telur, terdapat di dalam rongga badan, di daerah pinggang dan disebelah kiri dan kanan tulang kemudi. Di dalam ovarium terdapat kelenjar buntu penghasil hormon dan sel tubuh yang bertugas membentuk sel telur atau ovum. Sel tubuh penghasil sel telur ini disebut folikel.
a. Estrogen yang berfungsi untuk mempertahanakan sifat sekunder pada wanita serta juga membantu dalam proses pematangan sel ovum.
b. Progesterone yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan.
· Fimbriae merupakan serabut/ silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium.
· Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/ membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae.
· Tuba fallopi meruapakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya.
· Oviduct merupakan saluran telur berjumlah sepasang, yaitu kanan dan kiri. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus denga bantuana silia pada dindingnya.
· Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk sperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks yaitu dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding yaitu :
ü Perimetrium yaitu lapisanyang terluar yang berfungsi sebagai pelindung uterus.
repro_18repro_19
b. Ekstragonadal
1. Payudara
Payudara manusia berbentuk kerucut dan memanjang dari iga kedua atau ketiga sampai iga keenam atau ketujuh.
Payudara memiliki jaringan kelenjar yang terdiri atas 15-25 lobus, masing- masing bermuara di duktus ekretorius dan berakhir pada putting susu. Tiap duktus melebar ketika memasuki basis putting susu untuk membentuk sinus susu yang befungsi sebagai reservoir susu selama masa menyusui. Tiap lobus terdiri dari 50-75 lobulus yang bermuara ke dalam suatu suatu duktus ekrestorius.
Putting susu dan aerola mengandung otot polos yang berfungsi untuk menyempitkan aerola dan menekan putting susu sehingga putting susu tegak dan keras, dengan demikian akan mempermudah pengosongan sinus susu. Kulit putting susu dan aeropla berpigmen banyak dan tidak berambut, tetapi kadang-kadang pada aerola mengandung folikel rambut.
2.  Kulit
Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dan responsive secara seksual, misalnya kulit di bagian bokong dan lipat paha dalam. Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal lemak. Yang berfungsi sebagai “parfum” daya tarik seksual. Pheromone juga ditenukan juga di dalam urine, plasma keringat dan kelenjar air liur

Rabu, 27 Februari 2013

VIDEO

<iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/5Asj5pfGYAU" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

                                          Asal mula biologi

Aristoteles dan biologi

Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Dalam terminologi Aristoteles, "filosofi alam" adalah cabang filosofi yang meneliti fenomena alam, dan mencakupi bidang yang kini disebut sebagai fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya.
Aristoteles melakukan penelitian sejarah alam di pulau Lesbos. Hasil penelitiannya, termasuk Sejarah Hewan, Generasi Hewan, dan Bagian Hewan, berisi beberapa observasi dan interpretasi, dan juga terdapat mitos dan kesalahan. Bagian yang penting adalah mengenai kehidupan laut. Ia memisahkan mamalia laut dari ikan, dan mengetahui bahwa hiu dan pari adalah bagian dari grup yang ia sebut Selachē (selachians).

Didirikannya biologi modern

Istilah biologi dalam pengertian modern kelihatannya diperkenalkan secara terpisah oleh Gottfried Reinhold Treviranus (Biologie oder Philosophie der lebenden Natur, 1802) dan Jean-Baptiste Lamarck (Hydrogéologie, 1802). Namun, istilah biologi sebenarnya telah dipakai pada 1800 oleh Karl Friedrich Burdach. Bahkan, sebelumnya, istilah itu juga telah muncul dalam judul buku Michael Christoph Hanov jilid ke-3 yang terbit pada 1766, yaitu Philosophiae Naturalis Sive Physicae Dogmaticae: Geologia, Biologia, Phytologia Generais et Dendrologia.
                                             ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA 

                                                                  EKSTASI 

Zat adiktif adalah obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup dapat menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus yang jika dihentikan dapat memberi efek lelah luar biasa atau rasa sakit luar biasa. Sesuai dengan Undang-Undang No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika menyebutkan beberapa obat yang mengandung zat adiktif di antaranya adalah amfetamin, amobarbital, Flunitrazepam, minuman beralkohol, tembakau dan lain-lain. Sedangkan psikotropika adalah suatu zat atau obat baik alamiah maupun sintesis, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Psikotropika dibagi menjadi golongan I-IV. Pada makalah ini akan dibahas contoh psikotropika pada golongan I yaitu ekstasi. Mula-mula ekstasi ini ditemukan oleh Dokter Jerman pada waktu perang dunia kedua. Tujuannya supaya serdadu-serdadu jerman kuat, melek terus, agresif maka dalam ransumnya dibekali zat kimia bernama ekstasi. Efeknya jadi kacau balau, urat sarafnya terganggu, jadi ngaco. Mengingat hal itu, maka pada tahun 1947 oleh Konvensi Jenewa penggunaan ekstasi dilarang. Zat ini pun tidak boleh digunakan dalam pengobatan. Setelah sekian lama, muncul lagi dalam bentuk penyalahgunaan. Ekstasi berasal dari kata Ex-Stosis yang berarti terbebaskan atau juga bisa berarti suatu keadaan yang menyenangkan. Kemungkinan yang dimaksud adalah terbebaskan dari situasi yang biasa-biasa saja sehari-harinya berubah menjadi situasi yang serba hangat, gembira, bahagia dengan bayangan yang indah-indah dan sebagainya. Nama ekstasi merupakan street name atau nama jalanan untuk suatu senyawa yang merupakan turunan Amphetomine, nama lain yang sebenarnya adalah MDMA atau Methylene Dioxy Methamphetomine. Di masyarakat nama lain dari ekstasi diantaranya seperti, XTC, Adam E, Hex, MM, Perir Apache, BonJovi, Megatren, Brown Sugar, Presence, Clority, 2cn, dan sebagainya. Di pasaran ekstasi merupakan campuran dari beberapa jenis zat turunan Amphetomine di samping MDMA sendiri yang biasanya memiliki kadar 60-120 mg dalam suatu tablet misalnya dicampur dengan Methylene Amphetomine (MA), Methylene Dioxy Methamphetomine (MDMA), Dextromenthorphan, Ephedring, kafein, Lidocain, Diorepam, Codein, Lysergic Diethylamine (LSU) dan sebagainya. Ekstasi merupakan salah satu obat bius yang dibuat secara illegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet dan kapsul. Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih dan juga bisa mengalami dehidrasi yang tinggi. Sehingga akibatnya dapat membuat tubuh kita untuk terus bergerak. Beberapa orang yang mengkonsumsi ekstasi di temukan meninggal karena terlalu banyak minum air dikarenakan rasa haus yang amat sangat. Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekeringan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama. Efek yang ditimbulkan oleh pengguna ekstasi ada 2 yaitu efek secara langsung dan jangka panjang. Efek yang ditimbulkan secara langsung diantaranya adalah perasaan senang berlebihan, perasaan nyaman, mual-mual, berkeringat dan dehidrasi, meningkatkan kedekatan dengan orang lain, percaya diri dan kurang mampu mengendalikan diri, suka menggertakkan dan menggesek gigi, Paranoia, kebingungan, meningkatnya denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah, pusing, pingsan atau suka bercanda yang tidak lucu. Sedangkan efek yang ditimbulkan dalam jangka panjang diantaranya adalah merusak otak dan mengganggu daya ingat, membahayakan otak yang berfungsi untuk berpikir cepat dan pembelajaran, menyebabkan kerusakan jantung dan hati, mengalami depresi ekstrim dan ganngguan mental. Bahaya dan pengaruh lainnya adalah menyebabkan ketergantungan, Hubungan Kelamin dan Penyakit Kelamin Menular (PKM)/Sexually Transmitted Diseases (STS). Ekstasi melepaskan bahan-bahan kimia yang dapat membuat seseorang merasa Euphoria, zat tersebut bisa menyebabkan depresi, kepanikan kecemasan dan mungkin juga kerusakan otak (Christopel Smith, Farmacology The Royal Hospital Trust London). Disebutkan pula zat ini memiliki reaksi yang relatif cepat. Pada akhirnya efek Ekstasi pada organ tubuh manusia akan terjadi pada : 1) Otak Pada otak zat ini akan memacu kerja dengan keras sehingga orang akan sulit untuk dikendalikan karena sudah tidak mempunyai rasa malu. 2) Jantung Pada jantung zat ini akan meningkatkan Denyut jantung dan merintangi sinyal-sinyal ke otak yang pada kondisi normal dapat memerintahkan perlambatan detak organ tersebut. Pemakaian ekstasi yang berlebih akan mengakibatkan dehidrasi dan dapat menimbulkan kematian. 3) Ginjal Pemakaian ekstasi yang cukup sering bisa membahayakan ginjal, dalam hal ini zat tersebut secara mendadak akan mengakibatkan gagal ginjal. 4) Hati Pemakaian ekstasi yang cukup sering akan membahayakan hati, dalam hal ini bahan-bahan kimia yang terkandung dalam ekstasi bisa melemahkan aktifitas sel-sel yang membentuknya, akibatnya tubuh menjadi rentan terhadap penyakit seperti hepatitis. 5) Kulit Pemakaian ekstasi yang cukup sering berpengaruh pada pembuluh darah, dalam hal pembuluh darah akan mengalami pemanasan berlebihan dan pecah. Perdarahan yang terjadi di dalam tubuh akan mengakibatkan permukaan kulit khususnya wajah akan mengalami bercak-bercak merah. Pencegahan penggunaan ekstasi dapat dilakukan dengan cara pendidikan tentang pengetahuan zat adiktif dan psikotropika serta bahayanya, penerangan melalui berbagai media tentang bahaya ekstasi serta perhatian dari keluarga tentang bahaya ekstasi bagi seseorang.